Renungan HarianSelamat DatangUncategorized @idVideos

Menyangkal Tuhan untuk kemewahan duniawi

Matius 10:33 – Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di Sorga.

Ini untuk mereka yang menyebut dirinya Kristen tetapi seringkali menyangkal Tuhan Yeshua Hamasiach (Yesus Kristus), dan merasa malu mengakuiNya dengan menyebut namaNya.  Karena ketidak pastian tentang siapa Yeshua/Yesus, karena lebih menyukai kemewahan, hal hal yang menarik, dan oleh karena egonya, mereka bisa saja menyangkal iman dan Tuhan Yeshua/Yesus.  Dengan banyak alasan mereka menolak Tuhan mereka untuk menyelamatkan nyawa mereka dan mencegah aniaya yang akan datang

Saya mengetahui sebuah kasus dimana ISIS masuk kedalam kota dan mengatakan kepada seorang pria, bahwa jika dia tidak menjadi seorang Muslim, mereka akan membunuh semua anak-anaknya (seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya), kemudian pria ini berbalik dan menjadi seorang muslim.

Apakah itu yang disebut kesetiaan kepada Tuhan? Seseorang tidak pernah bisa mengetahui dengan pasti kapan dan dimana kematian akan tiba, dan karena ketakutan itulah mereka menyangkal Tuhan mereka yang penuh kasih, yang telah menderita dan mengorbankan hidupNya di kayu salib untuk membayar dosa-dosa kita.

Untuk beberapa hubungan sementara yang kita miliki di dunia ini, kita mempertaruhkan hubungan kita dengan Allah (Elohim) yang merupakan satu-satunya sumber keselamatan dan yang telah membuat jalan menuju kepada kehidupan kekal bagi kita. Kita bisa mencapai semua kemewahan di Bumi ini, kita dapat menyelamatkan nyawa kita di sini, kita bisa menyangkal nama Yesus (Yeshua), tetapi kehilangan hubungan dengan Bapa Sorgawi kita, apakah hal itu pantas hanya untuk kepuasan sementara ini? Pada titik tertentu, kita harus menemukan keteguhan hati yang kokoh di dalam diri kita untuk mengatakan “Yesus adalah Tuhanku”.


ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone
Previous post

Akui dosa-dosamu

Next post

Mempersalahkan TUHAN oleh karena pencobaan

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.